INDIGENOUS MICROORGANISM ( IMO )

June 12, 2013 at 8:03 am 3 comments

-Indigenous Microorganism (IMO)-

Fauzi Cavalera Madu

IMO adalah makhluk hidup renik (mikroskopik) yang terdapat di suatu tempat/wilayah selama ribuan tahun.
Amat berguna karena sangat kuat dan efektif.
IMO dpt kita koleksi dari lahan yang akan di garap,gunung(dtran tinggi),bawah rumpun bambu,lembah dan pantai(dtaran rendah)
Semua mikroorganisme yg kita koleksi dari sekitar wilayah pertanian dan dibiakkan pada suhu 28 -30 drajat C..akan tumbuh menjadi berbagai macam mikroorganisme yang tak dapat kita golongkan baik atau buruk semua kita koleksi saja karena dgn cara ini IMO akan menjadi kuat dan adaptif.

Cara mengumpulkan IMO:
a. Sediakan wadah/kotak nasi lalu di isi dgn nasi pera dgn ketebalan 7 cm (agar memberi pasokan udara biar mikroorganisme aerobik akan tumbuh)
Tutup wadah dgn kertas,lalu ikat dgn karet gelang.
Kuburkan di lahan yang akan di garap/ bwah rumpun bambu atau tempat2 lainya.
Setelah 4 s/d 7 hari keluar jamur putih,orange dan hitam..
Inilah IMO 1.

b.IMO 1 dimasukan ke dalam wadah lalu tambahkan gula merah dgn perbandingan 1 : 1.
(Gula merah lebih baik dibandingkan dgn gula putih..karena gula merah mengandung kalsium,potassium,besi dan magnesium sedang gula putih tidak.
Tutup wadah dgn kertas koran ikat dgn karet gelang.
Fermentasi 4 s/d 7 hari.
Inilah IMO 2.

c. Ambil masing2 IMO 1..
1 cc dicmpur dgn 1 liter air.
Umpama ada 4 macam IMO 1.
Berarti 4 cc per liter air.
Gunakan tuk membasahi bekatul atau dedak.
Dgn tingkat kebasahan 60 s/d 70 %( dikepal tak menggumpal dilepas adonan megar).

Tutup adonan dgn bahan berpori.
Biarkan selama 3 hari.
Bertujuan tuk mengakrabkan berbagai mikroorganisme dari tempat yang berbeda -beda).
Inilah IMO 3.

d. Campur 10 kg IMO 3 dengan 5 kg tanah lahan yang akan ditanami, 5 kg tanah endapan sungai, 5 kg tanah humus,5 kg tanah merah/gunung.
Tutup adonan dgn bahan berpori.
Biarkan selama 2 hari.
Inilah IMO 4. 

e.Campur IMO 4 dgn pupuk kandang dgn perbandingan 1 kg IMO 4 dicampur dgn 10 kg pupuk kandang.
Tutup adonan dgn bahan berpori.
Biarkan selama 2 hari.(tanpa di aduk-aduk).
Aplikasi 200 kg s/d 1,5 ton per Ha (tergantung kondisi lahan)

Saya menyukai IMO 5 karena dlam pembuatannya tak berbau busuk..
Dan tak perlu diaduk aduk seperti membuat pupuk Organik yang umum.
Hasilnya amat kentara di lahan.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

TIPS MENANAM SINGKONG BERBUAH LEBAT POC SANGAR

3 Comments Add your own

  • 1. Teguh Basuki Wibowo  |  September 16, 2013 at 12:08 pm

    sangat bermanfaat sekali

    Reply
  • 2. wawan silo  |  September 18, 2013 at 7:16 am

    Cara penggunaan IMO 5 kelahan pertanian seperti apa?

    Reply
    • 3. luki2blog  |  September 19, 2013 at 2:56 am

      bisa langsung ditanyakan di grup” Ngobrol Seputar Organik” (Facebook) dengan nara sumber Fauzi Cavalera Madu

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


June 2013
M T W T F S S
« May   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

%d bloggers like this: