PUPUK ORGANIK GRANUL

March 25, 2009 at 4:05 am 12 comments

LANGKAH – LANGKAH  PEMBUATAN  PUPUK  ORGANIK  GRANUL

– PENGERINGAN  BAHAN

– PENGGILINGAN  dan  PENGAYAKAN

– PENAMBAHAN  BAHAN-BAHAN  LAIN

– GRANULASI

– PENGEMASAN

PENGERINGAN  BAHAN

Langkah pertama adalah pengeringan.  Kompos ini harus di keringkan terlebih dahulu.  Pengeringan dapat di lakukan dengan cara di jemur di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan alat pengering (rotary dryer).  Kadar air kompos kering kurang lebih <20 %.  Lebih kering lebih bagus.

Bahan pupuk organik yang digunakan bisa dibuat dari pupuk kandang.  Tapi perlu diingat pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah ” matang ” bukan yang baru keluar dari binatang nya.  Bisa juga menggunakan kompos,  baik kompos dari limbah pertanian,  kompos dari sampah organik, atau humus yang langsung diambil dari tanah.

PENGGILINGAN  dan  PENGAYAKAN

Kompos yang sudah kering kemudian di giling dengan mesin giling.   Atau ditumbuk saja juga bisa.  Tingkat kehalusan kompos yang diperlukan minimal 80 mesh.  Kompos halus ini kemudian diayak dengan ayakan 80 mesh atau 100 mesh.  Sisa bahan yang tidak lolos ayakan dikembalikan ke alat penggilingan.

PENAMBAHAN  BAHAN-BAHAN  LAIN

Apabila diperlukan dapat pula ditambahkan beberapa bahan lain.  Beberapa bahan yang sering ditambahkan adalah pupuk anorganik untuk meningkatkan kandungan hara N, P, K  atau hara mikro lainnya.  Dapat pula ditambahkan dengan asam humat atau asam fulvat atau hormon perangsang pertumbuhan tanaman.  Apabila memungkinkan dapat pula ditambahkan dengan mikroba – mikroba.  Hanya tidak semua mikroba bisa ditambahkan ke dalam pupuk granul.  Banyaknya bahan yang ditambahkan berbeda-beda untuk setiap perusahaan.  Jenis dan dosis ini merupakan “rahasia perusahaan” masing-masing..  Ibaratnya masakan, jenis masakan bisa sama tetapi ramuannya bisa ber beda-beda untuk setiap koki.

GRANULASI

Setelah semua bahan siap, langkah berikutnya adalah pembuatan granul.  Granul dapat dibuat dengan berbagai cara.

Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan nampan biasa.  Biasanya ini untuk membuat granul skala kecil atau skala rumah tangga.  Bahan yang digunakan sekitar 300 gr – 500 gr.  Caranya, bahan dimasukkan ke dalam nampan, ditambahkan air + perekat (jika perlu).  Kemudian nampan di goyang-goyang sampai terbentuk granul.  Yang perlu diperhatikan dalam langkah ini adalah penambahan air /perekat.  Jumlahnya harus pas, tidak boleh berlebih atau terlalu sedikit.  Disinilah seninya membuat granul.

Alat lain yang juga dapat di gunakan untuk membuat granul adalah “MOLEN” pengaduk semen.  Alat ini biasanya digunakan oleh para tukang batu untuk membuat rumah dan dapat di peroleh di toko-toko penjual alat bangunan.  Prinsip kerjanya sama seperti cara di atas.  Pertama masukkan bahan ke dalam molen.  Hidupkan mesinnya.  Sambil di putar-putar, masukkan air sedikit demi sedikit ke dalam molen hingga terbentuk granul.  Setelah granul terbentuk, isi molen dapat di tuang.

Alat lain yang khusus di buat untuk “Granulasi” adalah  PAN  GRANULATOR .  Alat ini berbentuk piringan yang berputar.  Prinsip kerjanya masih sama dengan cara nampan di atas.  Ukuran piringan bisa ber macam-macam.   Ada yang ukuran 1 m maupun 2.5 m.

PENGEMASAN

Setelah granul terbentuk, granul ini perlu di ayak untuk mendapatkan ukuran granul yang seragam.  Ukuran ayakan tergantung pada ukuran granul yang akan di buat.  Kemudian baru dapat di kemas.  Ukuran kemasan dapat bermacam-macam . Untuk ukuran kecil dapat menggunakan plastik dikemas dalam ukuran 1 Kg,  5 Kg,  10 Kg.   Untuk ukuran besar dapat menggunakan karung ukuran 25 Kg – 30 Kg.  Kemasan biasanya terdiri dari 2 bagian, bagian luar dan bagian dalam (inner).  Kemasan bagian luar di beri merek/ nama/ logo perusahaan.  Nah siap di pasarkan ….

sumber : Isroi

Entry filed under: Tips & Trik. Tags: .

PESTISIDA HEWANI MENUJU PEMAKAIAN PUPUK ORGANIK

12 Comments Add your own

  • 1. exwantoro  |  April 1, 2009 at 1:48 pm

    waduh,,,bukanya ga setuju mbak, tapi untuk proses penambahan air kan menambah kadar air, padahal dengan sistem pan,molen, dsb bila hasil granule tidak dikeringkan lagi sebelum dikemas maka kadar air pasti lebih dari 25 % ( ada kadar air minimal dimana granule bisa terbentuk) dan ga masuk dalam spek organik deptan, pupuk mudah berjamur, dan nanti setelah disimpan akan banyak loss weight, setahu saya lho…habisnya aku juga sangat awam he he, by the way thanks infonya

    Reply
  • 2. JEMBLONX  |  April 4, 2009 at 10:05 am

    AKU KEPIGIN EMPRODUKSI PUPUK ORGANIK JENIS GRANUL, TETAPI AKU BINGUNG UNTUKMEASARKANYA, UNGKINAD YAGBSA BANTU KIRIMKAN KE EMAILKU, BAHAN BAKUKU KOPOS SAPI /AYAM KURAG LEBIH 1000 TON

    Reply
  • 3. Dewi lukitaningsih  |  April 6, 2009 at 3:25 am

    terima kasih pak komentarnya …… saya rasa memang demikian bila masih basah sebaiknya dikeringkan lagi agar kualitas terjamin … dan tidak berjamur …oh ya terima kasih telah mampir di weblog saya.

    Reply
  • 4. Suryadin  |  May 29, 2009 at 6:13 am

    Thanks

    Reply
  • 5. dwipa  |  June 6, 2009 at 2:12 pm

    mbak tau tidak kapisatas molen yang digunakan untuk membuat pupuk organik granul?berapa kg?dan sampai terbentuk granul berapa lama (mungkin ini relative, tapi setidaknya saya dapat referensi)?terima kasih

    Reply
    • 6. candra  |  March 30, 2014 at 3:58 am

      sy berminat menjual mesin granul lengkap apa bila berminat serius silakan hubungi candra 081382312229 dijual murah mesin granul, rotary dry, mesin ayak, mesin tepung tingal pakai berikut di ajari

      Reply
  • 7. luki2blog  |  June 15, 2009 at 8:27 am

    terima kasih pak dwipa ….sudah mampir di web blog saya… maaf bila agak telat membalasnya ….

    untuk molen yang di gunakan dalam pembuatan pupuk organik granul satu hari bisa mencapai kapasitas 3 ton. dengan lama terbentuknya 20 menit.
    tetapi untuk pabrik2 POG banyak yang sudah menggunakan piringan- piringan yang berdiameter yang paling kecil 1,5 meter ini bisa menghasilkan pog sebanyak 5 ton / hari dengan kecepatan pencetakan granul terbentuk kurang lebih 5 menit.
    ada juga pabrik yang telah membuat piringan dengan diameter 3 meter … tentunya ini juga akan memperbesar kapasitasnya…

    Reply
  • 8. yasrul  |  October 23, 2009 at 3:54 am

    mau tanya macam2 perekat yang bisa digunakan untuk membuat pog, terutama bahan pupuk kandang
    terimakasih sebelumnya

    Reply
  • 9. luki2blog  |  October 26, 2009 at 7:58 am

    Terima kasih pak ..sudah mampir di web blog saya.

    Bahan perekat yang di pakai untuk pembuatan pupuk organik granul ada : – Tetes
    – Tepung kanji / tapioka
    – Gypsum
    – Kaolin
    – bentonit.

    nah silakan dipilih… semoga bermanfaat
    Salam
    Dewi Lukitaningsih

    Reply
  • 10. R. HELMI  |  July 17, 2010 at 7:02 pm

    Diantara Perekat granul yang Anda sebutkan diatas yg paling bagus dan murah apa ? klo pakai tapioka takaran yang pas berapa perbandingan air dan tapiokanya ?

    Reply
  • 11. luki2blog  |  July 20, 2010 at 6:38 am

    Saya rasa untuk yang bagus dari pengalaman adalah menggunakan tetes ..tetes mempunyai fungsi sebagai perekat maupun untuk sebagai makanan bagi mikrobianya.
    penggunaan tetes untuk 1ton granul di butuhkan tetes 1 liter.

    tentang murah saya rasa relatif dan sebaiknya gunakan bahan yang tersedia di daerah tersebut sehingga harganya dapat ditekan

    untuk kanji tentang perbandingan pasnya saya rasa tergantung pengalaman saja ..mhn maaf atas jawaban yang kurang pas.
    Terima Kasih
    Salam
    Dewi Lukitaningsih

    Reply
  • 12. subandi  |  September 3, 2013 at 7:32 am

    salam kenal .kami menawarkan kapur pertanian /kapur jenis kaolin powder.sebagai bahan camuran pembuatan pipik organuk granul,sebagai pelekat ,info lanjut hub085290089233.am,bpk bandi,harga kami jamin murah karna kami pertambangan langsung

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d bloggers like this: