PESTISIDA HEWANI

March 24, 2009 at 7:32 am 27 comments

Pestisida hewani tidak sepopuler pestisida nabati,  bagi para peternak sapi dapat memanfaatkan urin sapi nya untuk dibuat pestisida hewani khususnya untuk pengaplikasian hama penyakit padi.

BAGAIMANA CARA MEMANFAATKANNYA

Pengaplikasian urin sapi dapat dilakukan secara tunggal maupun secara majemuk yaitu dicampur dengan bahan ramuan pestisida nabati.

RAMUAN 1.  TUNGGAL

Pestisida ini diaplikasikan dalam bentuk tunggal.

Sebelum di gunakan , urin sapi tersebut harus diendapkan terlebih dahulu dalam bak terbuka selama 2 minggu agar terkena sinar matahari.  Setelah itu urin sapi diencerkan dengan 6 bagian air.  Selanjutnya, larutan urin sapi ini dapat digunakan untuk pengendalian penyakit  BERCAK  COKLAT  dan  BLAST  (penyakit pada tanaman padi gogo yang disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae,  daun tampak berbecak seperti belah ketupat).

RAMUAN 2 . MAJEMUK

Pestisida hewani ini dibuat dengan bahan urin sapi yang dicampur dengan bahan ramuan pestisida nabati.

Bahannya : – urin sapi 2 liter,  daun mimba 1 genggam,  daun tembakau 1 genggam,  kunyit 1 genggam dan air 12 liter.

Cara pembuatannya : daun mimba, daun tembakau dan kunyit dihaluskan kemudian ditambahkan dengan air 12 liter dan didiamkan selama 14 hari.  Selanjutnya air rendaman ramuan disaring dan dicampur dengan 2 liter urin sapi.   Sebelum digunakan urin sapi sudah diendapkan terlebih dahulu selama 14 hari.  Maka jadilah pestisida hewani ini.  Cara pemakaiannya di semprotkan ke tanaman padi yang terserang penyakit TUNGRO  atau  BERCAK COKLAT  tanpa harus diencerkan lagi.

EFEKTIVITAS  PENGGUNAAN  PESTISIDA  HEWANI

Supaya penggunaan pestisida hewani dari cairan urin sapi dapat bekerja lebih efektif maka diusahakan digunakan tepat waktu dan tepat sasaran yang dibidik.   Jangan melakukan penyemprotan  pada waktu hujan jadi pada waktu sudah terang sehingga efektifitas bekerja obat untuk memberantas hama penyakit dapat berjalan dengan lancar.

Selain itu penyemprotan dilakukan sebelum hama penyakit berkembang lebih banyak.  Dan usahakan penyemprotan benar-benar tertuju pada hama penyakit yang akan menyerang / mengganggu tanaman padi tersebut.

Nah ini tadi manfaat dan penggunaan  urin sapi yang diaplikasikan sebagai PESTISIDA  HEWANI untuk tanaman padi yang terserang penyakit TUNGRO  dan BLAST.

Semoga bermanfaat !!! dan selamat mencoba !!!

sumber : Sinar Tani

Entry filed under: 1. Tags: .

TERAPI JUS UNTUK DIABETES PUPUK ORGANIK GRANUL

27 Comments Add your own

  • 1. Yunika  |  March 26, 2009 at 6:39 am

    Info yg menarik.
    Urine apakah harus di endapkan 14 hr, kalo lebih gmn?
    Brapa lama kadaluarsa pest majemuk tsb?
    Brapa % penekanan thd pnyakit blast? Tungro?

    Reply
  • 2. luki2blog  |  March 30, 2009 at 3:35 am

    Terima kasih atas kunjungan ke web blog saya…

    -untuk urine mmg harus diendapkan min 7 hr lebih dari 14 hr tidak apa2 malahan akan semakin bagus karena semakin panjang harinya akan terjadi fermentasi yang memungkinkan bakteri2 yang menguntungkan akan lebih banyak.

    – masa kadaluarsa pestisida majemuk sekitar 1 tahun

    – Penekanan terhadap penyakit padi bila belum terserang secara menyeluruh dapat sekitar 80 %.

    Reply
  • 3. amara  |  April 10, 2009 at 2:51 am

    boleh tanya , apa yg di maksud larutan bacillius ? thanks .

    Reply
  • 4. amara  |  April 10, 2009 at 2:52 am

    ap yg dimaksud larutan bacillius ?

    Reply
  • 5. luki2blog  |  April 13, 2009 at 4:13 am

    Terima kasih telah mampir di web blog saya.

    Yang dimaksud larutan bacilllus adalah semacam decomposer yang di buat dari bakteri salah satunya bakteri Lactobacilllus.
    fungsi adalah untuk mempercepas proses penguraian dan dapat menghilangkan bau….

    Reply
  • 6. Suryadin  |  May 29, 2009 at 6:09 am

    Apa perbedaan dasar antara pola SRI, Legowo, dan IPAT-BO? Terima kasih.

    Reply
  • 7. luki2blog  |  June 1, 2009 at 5:29 am

    Pak suryadin…. kalau menurut saya perbedaan dasar pola SRI , Legowo, dan IPAT-BO tidak terlihat jelas….. karena semua metoda ini mengedepankan penghematan dalam pemakaian benih, air dan pemupukan dan semua berorentasi kan ke arah organik …. dan ini semua memang yang diharapkan untuk ke depan….. agar hasil pertanian dapat meningkat tanpa meninggalkan tata laksana penanaman yang baik dan benar terutama masalah pengolahan tanah yang sudah jenuh dengan residu2 an organik …. saya rasa itu yang dapat saya sampaikan …. maaf bila ada kekurangan nya.

    Reply
  • 8. pupuk-ajaib  |  July 25, 2009 at 8:48 pm

    mampir kemari…

    Reply
  • 9. luki2blog  |  July 29, 2009 at 7:17 am

    terima kasih telah berkunjung ke web blog saya…

    Reply
  • 10. dwiyono  |  May 9, 2010 at 3:53 am

    cara pencampuran air dengan urin sapi.
    ukuran 6 bagian itu gimana ya?

    Reply
  • 11. luki2blog  |  May 10, 2010 at 4:46 am

    terima kasih pak sudah mampir di web blog saya

    pengenceran 6 bag air untuk 3 bagian urine yang telah di fermentasikan …

    semoga bermanfaat.

    Reply
  • 12. yunita ariyanti  |  August 2, 2010 at 6:48 am

    apakah pestisida dari urine sapi hanya untuk tanaman padi dan untuk hama tungro dan blast saja. adakah ramuan dari urine sapi yang bisa digunakan untuk mengatasi serangga dan hama pada tanaman sayur ?

    Reply
  • 13. luki2blog  |  August 2, 2010 at 7:00 am

    Terima Kasih Yunita sudah mampir di web blog saya
    Saya rasa untuk sayuran bisa saja ..menggunakan insektisida ini tetapi konsentrasinya lebih sedikit…. jadi dicairkan lebih banyak dan di semprot 2 minggu 1 kali saja.
    Salam
    Dewi Lukitaningsih

    Reply
  • 14. PRANDIKA  |  October 13, 2010 at 1:59 pm

    selain urine sapi,,,urine apa saja yg bisa di gunakan untuk
    tanaman-tanaman pangan maupun tanaman palawija..?

    Reply
  • 15. luki2blog  |  October 14, 2010 at 7:26 am

    tentu saja berlaku untuk urine kambing , kerbau, atau ternak ruminansia yang lain.

    Reply
  • 16. prandika  |  October 14, 2010 at 7:36 am

    bagaimana cara pembuatannya.?
    dan apa yang di madsud dengan ternak ruminansia itu.?

    Reply
  • 17. rifai fauzi  |  February 16, 2011 at 6:11 am

    mbak
    mau tanya
    emang zat apa yang terkandung dalam urin itu yang bisa mengendalikan penyakit blast?????????????
    trus stelah d fermentasi, mikroorganisme apa saja yang berkembang dalam urin yang bisa mengendalikan penyakit blast

    Reply
  • 18. putu  |  May 7, 2011 at 12:34 pm

    mbk……….boleh gak daun mimba di ganti dengan daun yang lain……???…klo blh pke daun apa…..??????? ….

    Reply
  • 19. luki2blog  |  May 9, 2011 at 5:14 am

    bisa saja daun mimba di gantikan asal ada kesamaan kandungan nya saja . sebagai contoh : daun sambiloto

    Reply
  • 20. Yoes Hers  |  October 26, 2011 at 1:51 am

    Mbak, saya juga sudah menggunakan pupuk dan pestisida organik bahkan beras dan sayuran yang kami konsumsi telah semi organik karena irigasi sawah kami berada di Hilir..

    Bahan yang Mbak Dewi gunakan 90 % udah saya gunakan tetapi ada 2 produk yang tidak Mbak gunakan yaitu Tanaman Kecubung, Tanaman Ketapang dan Tanaman Tuba…

    Mungkin bisa menjadi referensi tambahan Mbak Dewi untuk menambah jumlah ramuan menjadi lebih baik…

    Bravo Organik..

    Reply
  • 21. Dayin Edenningrum  |  January 25, 2012 at 8:59 am

    maaf saya mau tanya kl daun mimbanya susah didapat alternatif penggantinya apa ya?? fungsi daun mimba dan rempah2 lainnya untuk apa?? trimakasih

    Reply
  • 22. luki2blog  |  February 3, 2012 at 3:03 am

    @Dayin E : disesuaikan saja dengan bhan yg ada disekitar daerah lingkungan bisa gadung,sereh dll …fungsinya sebagai antibiotik alami ..untuk menguatkan tanaman dan tidak mudah terserang penyakit.

    Reply
  • 23. Farhan  |  May 18, 2012 at 2:38 am

    Assalamualaikum wr.wb… Slamat pagi bu dewi, smoga bu dewi diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus berbagi ilmu skaligus pencerahan kpada orang orang yg care thd dunia pertanian.
    Ini bu sy tu mash dlm taraf belajar dan tertarik untuk menanam padi. Kebetulan sy membaca di internet soal bibit unggul padi IIRI 400 hasil temuan prof yg di malang yg kemampuannya sangat luar biasa kl menurut saya. Tanggapan ibu gimana bu.. Sy mohon pencerahannya bu. Sy tertarik skali untuk menanamnya. Trima kasih banyak.
    Wasalamm…

    Reply
    • 24. luki2blog  |  May 22, 2012 at 8:44 am

      wa’alaikum salam …pak Farhan …selama itu sdh diteliti dan menguntungkan saya rasa tidak ada salah nya untuk dicobakan …lebih baik lagi kalau bisa kontak dengan Prof yg di malang tsb.

      Reply
  • 25. bowo  |  July 19, 2013 at 2:28 am

    Kalo pake urin kelinci bisa ga BUK

    Reply
    • 26. luki2blog  |  July 22, 2013 at 3:36 am

      bisa silakan dicoba dengan cara yang sama … selamat mencoba

      Reply
  • 27. yubbie  |  April 10, 2014 at 4:24 am

    ini sangat menarik, saya ingin mengadakan penelitian tentang hal ini, dengan siapa ya saya bisa konsultasi mengenai cara pembuatannya????

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d bloggers like this: