PUPUK KOMPOS

May 14, 2008 at 5:21 am 20 comments

KEADAAN  TANAH

Kondisi tanah pada lahan pertanian saat sekarang ini untuk mencukupi kebutuhan akan haranya sudah banyak tergantung dengan bahan-bahan kimia.   Mulai dari pupuk hingga insektisida semua “dicekoki” dengan bahan-bahan kimia.  Sudah barang tentu lahan pertanian menjadi jenuh, tingkat kesuburannya menjadi rendah.  Ini disebabkan berkurangnya kandungan bahan organik di dalam tanah.  Diperkirakan kandungan bahan organik di lahan sawah Pulau Jawa berkurang hingga tinggal 1 %.  Padahal kandungan bahan organik yang ideal adalah sebesar 5 %.

Apa akibatnya bila tanah kekurangan bahan organik ? …. Masalah-masalah yang akan ditimbulkan adalah sebagai berikut: Kemampuan tanah dalam mengikat atau menahan air jadi rendah, efisiensi penyerapan pupuk berkurang,  aktivitas mikroba tanah tidak berjalan dengan baik dan yang terpenting struktur tanah menjadi buruk .  Ini semua berakibat pada produktivitas tanah yang semakin menurun sehingga menjadikan tanah akan kebutuhan pupuk terus meningkat.

Untuk mengatasi permasalahan ini maka salah satu jalan terpenting adalah dengan memberikan bahan organik yang cukup kedalam tanah, sehingga akan tercipta kembali kesuburan tanah.  Artinya disini kita berkewajiban untuk memperbaiki keadaan tanah apabila ingin mendapatkan tanah yang subur kembali.  Jalan keluar untuk ini adalah dengan memberikan PUPUK  KOMPOS dalam tanah.  Jelas KOMPOS merupakan bahan organik yang dapat menambah dan memperbaiki kesuburan tanah.

MANFAAT  DAN  KANDUNGAN  HARA  KOMPOS

Kompos bisa dikatakan sebagai “MULTI VITAMIN” bagi tanah pertanian.
Manfaatnya :
1. Dapat menyuburkan tanah, sehingga merangsang pertumbuhan perakaran.
2. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah yang berfungsi untuk membantu tanaman dalam menyerap unsur hara dari tanah dan membentuk senyawa yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman.

KOMPOS mempunyai kandungan yang sudah lengkap baik unsur hara MAKRO ( N, P, k, Ca, Mg, S ) dan hara MIKRO ( Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, B ).  Akan tetapi memang bila di bandingkan dengan pupuk kimia buatan, kandungan haranya lebih rendah, sehingga dalam pengaplikasiannya dibutuhkan PUPUK KOMPOS dalam jumlah yang banyak.  Disisi lain KOMPOS dapat menjadikan tanah semakin ramah lingkungan dan subur juga terdapat adanya kandungan senyawa organiknya yaitu ASAM HUMAT dan ASAM FULFAT yang berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan.

PEMBUATAN  KOMPOS

Seperti yang sudah tertulis diatas bahwa KOMPOS menjadi kan “Ramah Lingkungan” .  Kenapa demikian?  Karena kita dapat memanfaatkan bahan-bahan yang terbuang.  Apabila di daerah pertanian sisa-sisa panen dapat di manfaatkan untuk pembuatan PUPUK KOMPOS.  Jadi tinggalkan kebiasaan untuk membakar jerami dan serasah.

Bahan yang dapat dipakai untuk membuat KOMPOS :1. Sisa-sisa panen: jerami, serasah,  2. Limbah Industri pertanian: onggok, ampas tahu, serbuk gergaji,  3. Kotoran ternak, 4. Sisa daun kering dan rumput-rumputan.

Untuk di Pedesaan atau sentra pertanian KOMPOS dapat di buat saat setelah panen, yaitu selang waktu antara penyiapan bibit sampai dengan sebelum penanaman bibit.  Ini dimaksudkan agar begitu KOMPOS matang kira-kira 1 bulan dapat langsung disebarkan ke lahan pertanian bersamaan dengan pengolahan tanah.  Dan pengomposan sebaiknya dilakukan di dekat lahan pertanian atau di dekat sumber bahan baku KOMPOS.

TAHAPAN  PENGOMPOSAN

Tahapan nya adalah sebagai berikut:

– PERSIAPAN  BAHAN : Bahan sisa-sisa panen seperti jerami, sisa-sisa jagung, seresah dll, sebaiknya di cacah dahulu dengan ukuran 3 – 5 cm.  Ini semua untuk mempercepat pengomposan.

(Bahan dasar kompos berupa rumput-rumputan dan sisa daun kering)

(Proses pencacahan dengan alat Chopper)

– PERLAKUAN BAHAN : Menambahkan ” Agen Pengompos” ( DECOMPOSER ) berupa Bakteri dan Cendawan, agar cepat terdekomposisi atau terurai.

-Bila tidak terdapat Decomposer dapat digunakan kotoran ternak, ini juga sebagai sumber mikroba yang baik.  Dan penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan Pencuci Beras dan Petai Cina.

– Bila ada Decomposer perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut:
1. Membuat bak dengan ukuran 1 m3.
2. Bahan dimasukkan setebal 20 cm.
3. Bahan disiram secara merata dengan DECOMPOSER sebanyak 30 cc dengan pelarutan air 10 liter.
4. Bahan dilapis lagi diatasnya setebal 20 cm dengan perlakuan yang sama, ini diulangi hingga lapisan sebanyak 5 lapis.

(Proses Inkubasi setelah diberi Dekomposer pada Bak ukuran 1M3)

– INKUBASI : selanjutnya tumpukan bahan ditutupi dengan plastik mulsa untuk menjaga kelembaban, kadar air dan suhu selama proses pengomposan dan dibiarkan selama 4 – 6 minggu.  Untuk setiap 3 minggu 1x dilakukan pengadukan dan pembalikan agar kematangan nya merata.

Untuk skala rumah tangga pembuatan KOMPOS dapat dilakukan dengan menggunakan KOMPOSTER yang dapat dibuat dari tempat sampah atau pot yang besar.  Didalamnya diberi sarangan agar air dapat turun ke bawah, sehingga siklus udara dapat berjalan dengan baik.  Cara pembuatan nya sama dengan di atas yaitu perlu pencacahan ( di Chopper ) dahulu sampai dengan pemberian DECOMPOSER.  Sisa air fermentasi dari pengomposan tersebut dapat ditampung dan di pakai kembali untuk DECOMPOSER.

Ciri-ciri KOMPOS yang sudah matang adalah terjadinya perubahan warna menjadi coklat kehitaman, tekstur menjadi lunak dan tidak berbau menyengat.  Apabila masih basah dapat dikeringkan dengan cara di jemur dan diangin-anginkan supanya mendapatkan hasil yang berkualitas dan berdaya jual tinggi.

(Pupuk Kompos matang yang setelah itu dikarungkan)

Entry filed under: Tips & Trik. Tags: .

Halaman Rumahku PENGALAMAN BERSAMA KELOMPOK TANI

20 Comments Add your own

  • 1. irwanhermansyah  |  May 17, 2008 at 1:39 pm

    saya link blog nya ya…….

    Reply
  • 2. Didik Yanuardi  |  May 26, 2008 at 1:30 pm

    Ibu ini ahli pertanian atau peternakan tho? koq pinter banget masalah pupuk?
    Wah oke banget lain kali pasti tak pelajari , Makasih ya!
    Salam

    Reply
  • 3. toni  |  May 28, 2008 at 4:31 am

    thanks info nya mba Luki😀

    Reply
  • 4. luki2blog  |  May 28, 2008 at 8:15 am

    Terima kasih pak Irwan sudah mampir di blog saya, silakan kalau mau link blog saya… semoga ada manfaatnya.

    Reply
  • 5. luki2blog  |  May 28, 2008 at 8:17 am

    Terima kasih papa kid sudah mampir di blog saya… silakan di coba lho..karena jadi ramah lingkungan nih.

    Reply
  • 6. luki2blog  |  May 28, 2008 at 8:21 am

    halo pak toni..ada di Papua ya sekarang..makasih lho udah mampir di blog saya. kapan-kapan saya juga mau main ke Papua untuk promosikan pupuk BSA… he..he…

    Reply
  • 7. saifuddin Noerdin  |  May 29, 2008 at 3:48 am

    Yth. Ibu Dewi Luki.
    Saya sangat menarik dengan pupuk organik ini, karena disamping harganya relatif murah juga ramah lingkungan. Sekarang ini saya sedang ujicoba pembuatan pupuk kompos 1). dari jerami dengan decomposer M-Dec dan 2). bahan baku jerami+Sekam+dedak+Decomposer EM4 sebagai bahan penelitian di unit kerja saya, akan tetapi sudah 2 minggu berlalu komposnya belum jadi, masih 60%. mohon penjelasan ibu, tks sebelumnya

    Reply
  • 8. luki2blog  |  May 29, 2008 at 8:18 am

    Yth Bp Saifuddin Noerdin
    Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tentang pupuk kompos percobaan bapak, bila prosedur dan aplikasinya sudah benar saya rasa tinggal tunggu pematangannya saja . terutama masa incubasinya yaitu suhu dan kadar airnya. bila suhu terlalu tinggi bisa bapak tambah kan air untuk menjaga kelembabannya. kalau 2 minggu sudah 60% kematangan kompos. itu sudah baik dan benar pak.. tinggal bapak aduk2 sekali agar kematangan merata. Dan bapak tunggu 4 minggu lagi untuk kematangan yang sempurna. Satu lagi pak kalau menghendaki hasil yang berkualitas. bila sudah matang dapat digiling lagi dengan alat chopper dan di ayak kembali. ini yang dilakukan di “Rumah Kompos ” yang ada di DEPTAN. Ok pak selamat mecoba… Hidup Organik..!!

    Reply
  • 9. Sri Murniati Djamaludin  |  April 9, 2009 at 2:44 am

    Mbak Luki,
    Sekedar info, saya dan suami (Djamaludin Suryohadikusmo) juga mengelola Rumah Kompos yang berada di KEBUN KARINDA, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
    Di Kebun Karinda kami mengadakan penyuluhan dan pelatihan pengomposan sampah rumah tangga.
    Untuk info lebih lanjut bisa browsing “djamaludin kompos”
    Kami juga menyediakan Keranjang Takakura dan VCD Penmbuatan kompos di Kebun Karinda.

    Salam,

    Ibu Djamaludin

    Reply
  • 10. luki2blog  |  April 13, 2009 at 3:52 am

    Yth ibu Djamaludin,
    Suatu kehormatan ibu mampir di web blog saya terima kasih ibu telah meluangkan waktu untuk browsing .

    Benar bu … saya sudah lama mendengar ” Kebun Karinda” yang dikelola Ibu dan Bapak Djamaludin yang terkenal ini, baik melalui ibu2 PKK, DWP, masyarakat luas maupun dari acara Televisi yang meliput kegiatan “Kebun Karinda”.

    Saya juga ingin berkunjung kesana .untuk belajar dan menimba ilmu …..Insya Allah menjadikan ini sebagai silaturahim dan proses pembelajaran bagi saya dan semoga ibu berkenan menerima saya .

    Sukses selalu buat Ibu dan Bapak Djamaludin.

    Reply
  • 11. iwan wahyudi bule  |  August 5, 2010 at 4:46 am

    Yth. Kak Dewi..

    to the poin aja deh

    sayaa kesulitan sekali mendapaatkan produk decomposer selain EM-4, semisal M-dec, Orgadec, Probion, MOL-Pepaya, MOL-Bambu..

    maksudnya apakah yang tadi saya sebutkan diatasbanyat tersedi dipasaran (kaalo EM-4 sih banyak di daerah Serang, Banten)

    Atau kalao sayah boleh minta bantuan dimana pusat penjuaalan prodduk tsb..

    makasih

    Reply
  • 12. luki2blog  |  August 5, 2010 at 5:56 am

    Terima Kasih pak iwan sudah mampir di web blog saya.
    kalau berminat dengan Decomposer BSA dapat menghubungi kami.
    karena kami adalah produsen Decomposer BSA ini.
    kami akan mengirimkan langsung ke alamat bapak dengan syarat sebagai berikut:
    – membeli minimal 5 dos ->1 dos berisi 12 btl/liter
    – harga 1liter :Rp 65 000/btl
    – kami akan memberikan disc 10% dan biaya pengiriman akan kami tanggung.
    Terima Kasih.

    Salam
    Dewi Lukitaningsih

    Reply
  • 13. luki2blog  |  August 5, 2010 at 5:59 am

    mohon maaf ralat:
    – untuk Decomposer BSA 1 liter : Rp 75 000
    – Pupuk BSA 1 liter : Rp 65 000

    Reply
  • 14. rusda  |  October 3, 2010 at 8:31 am

    Yth ibu dewi.
    mau bertanya,apa bedanya decomposer BSA dengan EM4?adakah perbedaan komposisi Mikroorganismenya?apakah mempengaruhi lama proses&kualitas kompos?trima kasih

    Reply
  • 15. luki2blog  |  October 5, 2010 at 6:30 am

    Kami adalah produsen Decomposer BSA untuk EM4 kami tidak tau apa komposisi di dalamnya
    yang pasti M O yang ada dalam decomposer BSA mempunyai fungsi untuk mempercepat proses penguraian bahan2 organik menjadi kompos
    kualitas kompos juga di pengaruhi oleh lamanya proses pengomposan.
    Terima kasih

    Salam
    Dewi Lukitaningsih

    Reply
  • 16. tata  |  December 26, 2011 at 7:20 am

    gmn cara ampas tahu dibuat kompos?
    trm kasih

    Reply
  • 17. luki2blog  |  December 27, 2011 at 4:12 am

    @Tata: kalau bahan dasarnya ampas tahu …coba ditambahkan juga bahan seresah yang lain bisa daun2an, jerami dll yg sudah dicoper (dicacah) …kemudian prosesnya sama dengan artikel diatas perlu penambahan activator berupa decomposer atau yang lain nya. Nah selamat mencoba.

    Reply
  • 18. tata  |  January 3, 2012 at 8:05 am

    kl mau bikin kompos dari ampas tahu gmn?
    perlu bahan tambahan apa saja?
    mohon balasannya,terima kasih

    Reply
  • 19. Bambang Irawan Mokodongan  |  January 5, 2012 at 8:27 am

    ass, Bu Dewi saya minta tlng bisa ngak dikirimkan gambar kontruksi mesin copper terutama kedudukan pisaux, karna di daerah saya ada yg berminat buat kompos tp yg jd masalah mesinnya,,,,wass

    Reply
  • 20. luki2blog  |  January 6, 2012 at 4:22 am

    Waalaikum salam Pak Bambang
    untuk masalah mesin …mohon maaf saya tidak dapat membantu …tapi bpk bisa browsing di Google untuk PT Rutan ..disini menjual alat2 pertanian …mungkin bisa konsultasi tentang mesin tersebut ,
    Terima kasih
    Wassalam
    Dewi Lukitaningsih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


May 2008
M T W T F S S
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d bloggers like this: