BERCOCOK TANAMAN ORGANIK

January 19, 2011 at 4:51 am Leave a comment

Banyak orang berpikiran mengkonsumsi sayuran organik itu mahal.  Memang benar… karena  dalam mengusahakan pertanian organik membutuhkan proses peralihan dari pertanian konvensional  yang menggunakan secara terus menerus pemakaian pupuk anorganik (kimia)  juga pestisida  kimia sintetis dan sarana produksi  yang berlebihan dan ini dapat membahayakan kesehatan menuju ke pertanian organik yang sehat dan alami dengan mengurangi penggunaan saprotan kimia sintetis secara bertahap.  Dan biasanya untuk mencapai kestabilan di butuhkan waktu 3 thn agar tanah  kembali mendapatkan keseimbangan ekosistem dimana tanah dapat subur lagi dan siap untuk ditanami.

Wajar bila produsen sayuran organik menjual dengan harga yang mahal dan ini menjadikan suatu yang  eksklusif,  tetapi jangan patah semangat untuk para petani tradisional yang memiliki modal dan lahan terbatas dapat juga mengusahakan  pertanian  sayuran organik.  Dengan cara mengusahakan pertanian terpadu seperti pertanian jaman dahulu.  Sebagai contoh :  beternak ayam di padukan dengan kolam ikan (longyam) dan kotoran ayam dapat di gunakan sebagai pupuk tanaman.  Memelihara kambing ataupun sapi bila mampu.  Ini di lakukan agar proses peralihan menuju tanaman organik dapat berjalan lancar dan meminimaliskan kerugian yang dapat berpengaruh langsung terhadap penghasilan.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk bertanam organik :

- Pemilihan lahan dan lokasi

- Pemilihan benih dan jenis komoditas

- Pengelolaan kesuburan tanah

- Pola tanam dan air

- Pengendalian hama penyakit dan gulma

- Tempat tanam

PEMILIHAN   LAHAN   DAN   LOKASI

@ Lahan harus bebas dari saprotan kimia sintetis (pupuk dan pestisida)

@ Bila lahan bekas tanaman non organik maka hrs dikonversi ke lahan organik secara bertahap dgn menggunakan pupuk organik. Ini bisa memakan waktu 2-3 thn untuk menjadi lahan benar2 organik.

@ Lokasi memegang peranan penting terutama untuk aspek pemasaran, jadi dicari lahan yg dekat dengan konsumen, pengangkutan, tersedianya sumber air dll.

PEMILIHAN  BENIH  DAN  JENIS  KOMODITAS

@ Benih sebaiknya bukan dari produk rekayasa.  Sebaiknya menggunakan benih lokal pertanian organik.

@ Penyemaian tanpa menggunakan bhn kimia (untuk penyelupan benih)

@ Komoditas yang dipilih untuk ditanam secara organik, harus sesuai dengan ketinggian tempat /lahan, suhu dan curah hujan di lokasi kebun / lahan.

PENGELOLAAN  KESUBURAN  TANAH

@ Menghindari penggunaaan pupuk kimia dan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) sintetis

@ Menambahkan bahan organik ke dalam tanah melalui pemberian pupuk alami atau kompos/kandang.

@ Menambahkan bahan mineral alami seperti : batuan phosphat, zeolit, kapur dolomit ke dalam tanah.

@ Sisa-sisa pembakaran tanaman/limbah: abu sekam/bambu, sekam bakar, tepung tulang, tepung ikan  dsb.

POLA  TANAM  DAN  AIR

@ Melakukan rotasi tanaman yang teratur dan melakukan penanaman tanaman yang tidak se famili (leguminoseae, cucurbitaceae, gramineae, cruciferae dll)).  Dengan rotasi, maka tanah diberi kesempatan untuk memperbaiki diri.

@ Melakukan multikultur (menanam lebih dari 1 jenis tanaman dalam 1 luasan lahan ) contoh: tumpang sari, tumpang gilir dan tanaman campuran.

@  Menggunakan air yang bebas dari bahan kimia sintetis.

@ Menanam tanaman pendamping pada lahan dengan waktu yang sama dan saling menguntungkan untuk mencegah serangan hama.  Contoh: tomat dan kol, tomat dan bawang2an, selada dan buncis, timun dan kol, buncis dan kubis dsb.

PENGENDALIAN  HAMA  PENYAKIT  DAN  GULMA

Ini dilakukan untuk mendorong keseimbangan hubungan predator dan memperbesar musuh alami yang menguntungkan dengan cara:

@ Memilih varietas yang sesuai

@  Melakukan rotasi tanaman yang teratur

@ Menggunakan bio pestisida atau pestisida nabati/botani

@ Menggunakan musuh alami termasuk pelepasan predator dan parasit.   Contoh: menggunakan agen hayati berupa bakteri, virus, jamur antagonis, nematoda dsb.

@ Sebaiknya menggunakan mulsa organik, contoh : jerami padi.

TEMPAT  TANAM

Penanaman secara organik dapat di lakukan di tanah  dan di polibag/pot.  Tempat bertanam umumnya diberi naungan dari plastik (green house), perangkap dan pelindung (insect screen).  Hal ini dilakukan agar tanaman terlindungi dari hujan dan serangan hama/penyakit secara langsung.

Bila semua langkah2 sudah terpenuhi maka tinggal menunggu hasilnya… selamat mencoba.

sumber : kiat bercocok tanam  sayuran organik – h.samsudin tendi satrio.

About these ads

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

PERNYATAAN PUPUK BSA TANDA DEFISIENSI (KEKURANGAN) HARA PADA TANAMAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


January 2011
M T W T F S S
« Dec   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: