MACAM – MACAM PESTISIDA NABATI/ALAMI DAN CARA PEMBUATANNYA

January 6, 2009 at 7:57 am 90 comments

Seperti yang sudah pernah saya ulas dalam web-blog saya yang lalu tentang pestisida Nabati/alami,  disini saya akan menambahkan tentang macam-macam pestisida nabati/alami yang dapat dipilih dan dipakai oleh para petani/pehobis untuk menanggulangi pengendalian hama penyakit tanamannya.   Disini tergantung dengan sumber bahan dasar yang ada di wilayah masing-masing sehingga akan lebih mudah dan biaya pembuatannya pun semakin  murah.

Macam – macam Pestisida Nabati/Alami

1. Pestisida Nabati “Daun Pepaya”

Daun pepaya mengandung bahan aktif  “Papain”,  sehingga efektif untuk mengendalikan “ulat dan hama penghisap”.

Cara Pembuatannya:

- 1 kg daun pepaya segar di rajang

-  Hasil rajangan di rendam dalam 10 liter air,  2 sendok makan minyak      tanah,  30 gr detergen, diamkan semalam.

- Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus.

- Semprotkan larutan hasil saringan ke tanaman.

2.  Pestisida Nabati  “Biji Jarak”

Biji Jarak mengandung “Reisin dan Alkaloit” ,  efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap (dalam bentuk larutan ),  Juga efektif untuk mengendalikan nematoda/cacing (dalam bentuk serbuk).

Cara Pembuatannya:

- Tumbuk 1 biji jarak dan panaskan selama 10 menit dalam air 2 liter, tambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 50 gr deterjen lalu diaduk.

- Saring larutan hasil perendaman, tambahkan air kembali 10 liter.

- Siap dipergunakan dengan cara di semprot kan ke tanaman.

3. Pestisida Nabati ” Daun Sirsak “

Daun sirsak mengandung bahan aktif  “Annonain dan Resin “.  Efektif untuk mengendalikan hama ” Trip “

Cara Pembuatan :

- Tumbuk halus 50 – 100 lembar daun sirsak.

- Rendam dalam 5 liter air, + 15 gr detergen, aduk rata dan diamkan semalam.

- Saring dengan kain halus

- Dicairkan kembali 1 liter larutan pestisida dengan 10 – 15 liter air

-  Siap disemprotkan ke tanaman.

4.  Pestisida Nabati ” Daun Sirsak  dan Jeringau “

Rimpang jeringau mengandung ” Arosone, Kalomenol, Kalomen, Kalomeone, Metil eugenol, Eugenol “.

Efektif untuk mengendalikan ” hama wereng coklat “.

Cara Pembuatan:

- Tumbuk  halus segenggam daun sirsak , segenggam rimpang jeringau, 20 siung bawang putih.

- Rendam dalam air sebanyak 20 liter, di + 20 gr sabun colek, aduk rata dan di biarkan semalam.

- Saring dengan kain halus.

- Encer kan 1liter pestisida dengan 50 -60 liter air

- siap di semprotkan ke tanaman.

5.  Pestisida Nabati ” Pacar Cina “

Pacar Cina mengandung minyak atsiri, alkaloid, saponin, flavonoin,  dan tanin.  Efektif untuk mengendalikan ” Hama ulat “.

Cara Pembuatan:

- Tumbuk 50 -100 gr ranting atau kulit batang pacar cina, tambah 1 liter air, tambah 1 gr detergen  kemudian direbus selama 45-75 menit dan diaduk  agar menjadi larutan.

- saring dengan  kain halus.

- siap disemprotkan ke tanaman.

6.  Pestisida Nabati ” Rendaman Daun Tembakau “

Daun tembakau mengandung  nikotin.  Efektif untuk mengendalikan hama penghisap.

Cara Pembuatan :

- Rajang 250 gr ( sekitar 4 daun ) tembakau dan direndam dalam 8 liter air selama semalam.

- Tambahkan 2 sendok detergen, aduk merata kemudian disaring.

-  Siap disemprotkan ke tanaman.

7.  Pestisida Nabati ” Daun Sirih Hutan “

Daun sirih hutan mengandung ” fenol dan kavokol “. Efektif untuk hama penghisap.

Cara Pembuatan:

- Tumbuk halus 1 kg daun sirih hutan segar, 3 siung bawang merah, 5 batang serai.

- Tambahkan air 8 – 10 liter air, 50 gr deterjen dan diaduk rata.

- Saring dengan kain halus

- Siap disemprotkan ke tanaman.

8.  Pestisida Nabati ” Umbi Gadung “

Umbi gadung mengandung diosgenin, steroid saponin, alkohol dan fenol.  Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.

Cara Pembuatan :

- Tumbuk halus 500 gr umbi gadung dan peras dengan batuan katong kain halus.

- Tambahkan 10 liter air , aduk rata dan siap di semprotkan ke tanaman.

9.  Pestisida Nabati ” Daun Mimba “

Daun mimba mengandung  Azadirachtin, salanin, nimbinen dan meliantriol.  Efektif  mengendalikan ulat, hama penghisap, jamur, bakteri, nematoda dll.

Cara pembuatan

a. Dengan ” Biji Mimba “

- Tumbuk halus 200 -300 gr biji mimba

- rendam dalam 10 liter air semalam

- Aduk rata dan saring, siap disemprotkan ketanaman.

b. Dengan ” Daun Mimba “

- Tumbuk halus 1 kg daun mimba kering bisa juga dengan daun segar.

- Rendam dalam 10 liter air semalam, aduk rata , saring dan siap untuk disemprotkan ke tanaman.

c. Untuk mengendalikan ” nematoda puru akar ” pada tanaman tembakau lakukan 15 -30 gr daun mimba kering atau 5 -10 gr biji mimba ditumbuk halus, kemudian diberikan untuk setiap lubang tanaman tembakau.

d. Untuk mengendalikan ” Jamur Fusarium dan Sclerotium “. sebanyak 2 -6 gr biji mimba ditumbuk lalu rendam selama 3 hari dengan air 1 liter.  Lalu disaring dan siap di semprotkan ke tanaman.

10.  Pestisida Nabati ” Srikaya dan Nona Seberang “

Srikaya dan nona seberang mengandung annonain dan resin.  Efektif  untuk mengendalikan ulat dan hama pengisap.

Cara Pembuatan

- Tumbuk hingga halus 15 -25 gr biji srikaya/nona seberang

- Rendam dalam 1 liter air, 1gr deterjen , aduk rata dan biarkan 1 malam, kemudian saring dan siap disemprotkan ketanaman.

11.  Pestisida Nabati ”  Daun Gamal “

Daun gamal mengandung Tanin.  Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. Daun gamal bila ditambah dengan minyak tanah dan detergen akan dapat dipakai sebagai insektisida.  Penggunaan nya harus hati2 karena dengan adanya minyak tanah mengakibatkan tanaman terbakar dan bau bila mendekati panen.

12.  Pestisida  Nabati ” Daun Mimba dan Umbi Gadung “.

Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.

Cara Pembuatan

- Tumbuk halus 1kg daun mimba dan 2 buah umbi gadung racun, ditambah 20 liter air, 10 gr detergen dan aduk rata kemudian diamkan semalam, saring  dan siap untuk di semprotkan ke tanaman.

13.  Pestisida Nabati “Serbuk Bunga Piretrum “

Serbuk bunga piretrum mengandung bahan “Piretrin “. Efektif untuk mengendalikan ulat.

Cara Pembuatan

- Rendan serbuk bunga piretrum sebanyak 25 gr dalam 10 liter air

- tambah 10 gr detergen, aduk rata dan biarkan semalam kemudian disaring dan siap disemprotkan ke tanaman.

Nah selamat mencoba ……  !!!  semoga bermanfaat …….!!!

Sumber :  – Sinar Tani  no: 3281

About these ads

Entry filed under: Tips & Trik. Tags: .

MEMILIH PUPUK PUPUK ORGANIK CAIR ” BIO SUPER ACTIVE “

90 Comments Add your own

  • 1. isroi  |  January 22, 2009 at 6:23 am

    Kunjungan balik. Selamat ya…cukup bagus blognya dan semoga terus berkembang. Tetapi saya sarankan memakai fasilitas More yang ada di jendela editing. Biar kalau dibuka di halaman depan (index) tidak perlu scroll terlalu banyak ke bawah.
    Salam,

    http://isroi.wordpress.com

    Reply
  • 2. luki2blog  |  January 27, 2009 at 7:25 am

    Terima kasih pak Isroi…. telah berkunjung ke web blog…. saya , dan masukan buat saya…. Insya Allah akan saya perbaiki nantinya…. maklum masih gaptek he…he..

    Reply
  • 3. M Zudan Haris  |  February 27, 2009 at 2:02 pm

    HAMA PENGHISAP itu apa????

    Reply
  • 4. luki2blog  |  March 2, 2009 at 9:14 am

    Terima kasih pak atas kunjungan ke web blog saya …

    yang di maksud hama pengisap disini adalah musuh alami yang sering menyerang daun jadi disebut hama pengisap daun….contoh nya kutu, kutu kebul , tungau .

    ada juga hama pengisap polong disini dia menyerang biji2an dari palawija contohnya di kedele adalah hama kepik hijau …

    Reply
  • 5. itjoenk  |  March 22, 2009 at 5:11 pm

    thks bgt atas infonya,moga aja blognya maju terus……….laris manis……

    Reply
  • 6. luki2blog  |  March 23, 2009 at 3:14 am

    Alhamdulillah …. bila bermanfaat saya sangat senang ….dan terima kasih juga telah mampir di web blog saya…..

    Reply
  • 7. putra  |  May 15, 2009 at 12:57 pm

    pak saya mau tanya…? oya metharizium bisa digunakan untuk pengendalian hama bekicot ga? tlg di bls ya pak. terimakasih

    Reply
  • 8. luki2blog  |  May 18, 2009 at 4:26 am

    Terima kasih pak putra sudah mampir di web blog saya….
    Saya rasa …. bisa saja Metharizium digunakan untuk pengendalian hama bekicot ….. karena Metharizium anisopliae merupakan salah satu mikroba yang dapat mengendalikan hama tanaman ya termasuk hama bekicot ini….. silakan di coba saja pak….

    Reply
  • 9. ahmad  |  May 23, 2009 at 12:58 pm

    untuk pengendalian hama secara alami..mungkin lebih aman, dibanding pestisida. So bagaimana kah pengaruhnya dikain

    Reply
  • 10. luki2blog  |  May 25, 2009 at 4:16 am

    Terima kasih pak ahmad sudah mampir di web blog saya….
    Pengendalian hama secara alami memang lebih aman dan ramah lingkungan …. selama itu pestisida yang bersifat alami bukan di buat dari bahan – bahan kimia (sintetik) saya rasa akan aman saja pengaruhnya di kain.

    Reply
  • 11. adiet  |  May 26, 2009 at 3:38 am

    pak, saya mau tanya. bagaimana cara mengekstrak biji nimba agar tidak lengket. saya gunakan metode sokhlet.
    terus pada srikaya, senyawa kimia yang bertanggungjawab sebagai pestisida itu apa?
    trim’s

    Reply
  • 12. luki2blog  |  May 28, 2009 at 4:17 am

    Terima kasih sudah mampir di web blog saya … ralat sedikit kalau saya adalah seorang ibu bukan bapak ….

    tentang pertanyaannya mengekstrak biji mimba coba browsing ke web blog pak isroi …bisa dilihat disana atau tanyakan ke beliau….
    pertanyaan ke dua …kalu tidak salah yang bertanggung jawab … ya karena ada kandungan annonain dan resin itu….

    Reply
  • 13. Suryadin  |  May 29, 2009 at 6:03 am

    Terima kasih informasinya.

    Reply
  • 14. dewi  |  December 29, 2009 at 6:57 am

    selamat membaca email saya Pak :-)
    saya ingin menanyakan, apakah resep pestisida nabati tersebut memang pernah di teliti dan di uji dilapangan oleh LITBANG DiNAS PERTANIAN ???
    terima kasih atas jawabannya, saya mengharapkan jwbn Bapak secepatnya supaya saya lebih percaya diri untuk berkonsultasi dengan Bapak secara intens (kalau tidak keberatan).

    Reply
  • 15. ahmad  |  January 27, 2010 at 1:57 pm

    terima kasih infonya. mohon ijin untuk dikopi. mau disampaikan ke teman yang petani

    Reply
  • 16. luki2blog  |  January 28, 2010 at 3:52 am

    Terima kasih pak Ahmad sudah mampir di web blog saya

    Silakan pak bila ingin meng kopi …semoga bermanfaat …

    Salam
    Dewi Lukitaningsih

    Reply
  • 17. W. angara  |  April 14, 2010 at 3:39 pm

    Malam Bak, kelihatannya ada yng kurang dalam isi artikel bak mengenai pembuatan pestisidanya GATUBROTEMSI disana ditulis bahan-2nya kecuali brotowali
    1. dipergunakan berapa cm/gr.
    2. dan mengenai OPT itu ditulis kepinding /kepiting tanah.
    3. setelah ramuan selesai perlu ditambahkan air lagi tidak untuk tangki 14 liter,kalu ditambahkan air berapa optimalnya bak
    4. kalau pestisida alam baik yang 1 macaman / campuran kuatnya berapa lama bak. Karna sy saya sedanag menyusun skripsi mengenai pestisida hayati .trim’s

    Reply
  • 18. W. angara  |  April 14, 2010 at 3:43 pm

    Malam Bak, kelihatannya ada yng kurang dalam isi artikel bak mengenai pembuatan pestisidanya GATUBROTEMSI disana ditulis bahan-2nya kecuali brotowali
    1. dipergunakan berapa cm/gr.
    2. dan mengenai OPT itu ditulis kepinding /kepiting tanah.
    3. setelah ramuan selesai perlu ditambahkan air lagi tidak untuk tangki 14 liter,kalu ditambahkan air berapa optimalnya bak
    4. kalau membuat pestisida alam baik yang 1 macam / berbagai macam campuran kuatnya berapa lama bak. Karna sy saya sedanag menyusun skripsi mengenai pestisida hayati .trim’s

    Reply
  • 19. W. angara  |  April 14, 2010 at 3:47 pm

    Malam Bak, kelihatannya ada yng kurang dalam isi artikel bak mengenai pembuatan pestisidanya GATUBROTEMSI disana ditulis bahan-2nya kecuali brotowali
    1. dipergunakan berapa cm/gr.
    2. dan mengenai OPT itu ditulis kepinding /kepiting tanah.
    3. setelah ramuan selesai perlu ditambahkan air lagi tidak untuk tangki 14 liter,kalu ditambahkan air berapa optimalnya bak
    4. kalau membuat pestisida alam baik yang 1 macam / berbagai macam campuran kuatnya berapa lama bak. Karna sy saya sedanag menyusun skripsi mengenai pestisida hayati .Saya tunggu informasinya . ftrim’s

    Reply
  • 20. luki2blog  |  April 15, 2010 at 4:28 am

    salam kenal W. angara

    Terima kasih atas koreksinya …itulah guna nya sharring … saling melengkapi … bila ada yang kurang tolong di lengkapi …kami terbuka untuk itu …demi kepentingan bersama ..sehingga dapat bermanfaat untuk semua yang membutuhkan..

    Bila ingin lebih lengkap lagi coba browsing di blognya pak Isroi …

    Pengaplikasian insektisida alami dicairkan dengan dosis 30cc per 1 liter air.

    Untuk pestisida alami ..sebetulnya tidak ada kadaluarsanya ..semakin lama semakin bagus …bahkan semakin pekat dosisnya semakin ampuh …tetapi mmg ada batas ambangnya.
    kami menganjurkan untuk batas kadaluarsa sampai 2 tahun…
    nah ini bisa diadakan penelitian … mumpung sedang skripsi ..

    Terima Kasih

    Reply
  • 21. santi  |  April 16, 2010 at 10:28 am

    Sore mbak, dalam artikel mbak yang berjudul sirtem disitu di tulis SIRIH DAN TEMBAKAU .Tapi kok keterangannya beda ya yaitu menggunakan Sirsak Dan tembakau . Begitu pula dengan Blog pak Isroi.
    2.Untuk pestisida GATEM yang saya tau 1tangki pestida isinya kan 14 liter kok hanya ditambahkan 2,5 gelas saja,nanti kadar pestisida tersebut serta bahan aktipnya tidak bermanpaat lagi utuk menghalu serangga. mohon penjelasannya ya bak . mohon maaf bila sy memakai email om saya

    Reply
  • 22. W. angara  |  April 18, 2010 at 9:08 am

    mohonrtanya pada maaf ya bak,ponakanku bertanya pada bak, memang ia menapat PR dari gurunya mencoba membuat pupuk pestisida alami. oooyaaa bak gimana salah satu produk bak sy tambahkan sari jeruk nipis di skripsi saya,karena jeruk nipis mempunyai daya untuk merusak jaringan saraf. saya minta ijin dulu ke bak boleh apa tidak bila tidak boleh yaaa ga apa-apa.Sebab skripsi sy akan sy sumbangsihkan pada lembaga terkait yaitu Balai Penelitian dan Obat (BALITRO,Bogor).

    Reply
  • 23. W. angara  |  April 18, 2010 at 9:10 am

    mohon maaf ya bak,ponakanku bertanya pada bak, memang ia menapat PR dari gurunya mencoba membuat pupuk pestisida alami. oooyaaa bak gimana salah satu produk bak sy tambahkan sari jeruk nipis di skripsi saya,karena jeruk nipis mempunyai daya untuk merusak jaringan saraf. saya minta ijin dulu ke bak boleh apa tidak bila tidak boleh yaaa ga apa-apa.Sebab skripsi sy akan sy sumbangsihkan pada lembaga terkait yaitu Balai Penelitian dan Obat (BALITRO,Bogor).

    Reply
  • 24. luki2blog  |  April 19, 2010 at 2:26 am

    Alhamdulillah …silakan saja … kami terbuka untuk itu… dan ini memang untuk bersama apalagi nanti nya skripsinya akan di sumbangkan ke BALITRO …

    Salam
    Dewi Lukitaningsih

    Reply
  • 25. luki2blog  |  April 19, 2010 at 2:56 am

    salam kenal santi
    maaf ya santi ..mungkin santi salah melihat itu bukan artikel saya …itu artikel anton sutrisno … jadi coba tanya beliau ya…

    seperti yang sudah saya sampaikan ..sebetulnya dosis untuk pestisida alami itu dapat di lebihkan ..yang pasti dalam pemberiannya sesering mungkin …artinya sedikit demi sedikit tetapi dilakukan terus menerus …karena ini bukan dari bahan kimia ..melainkan bahan organik jadi efeknya tidak langsung ces pleng…

    Jadi jangan takut untuk mencoba …dosis yang paling tepat berapa …karena semakin pekat konsentrasinya …akan semakin ok …

    Kalau selama ini yang saya pakai 1 liter air 60 cc pestisida alami …. jadi untuk 14 liter air kalikan saja …14×60=840 cc

    nah semoga bermanfaat …

    Salam
    Dewi Lukitaningsih

    Reply
  • 26. W. angara  |  April 19, 2010 at 9:07 am

    Ass,wr.wb.
    sebelumnya makasih ya bak,bak telah memberikan ijin ke saya untuk memasukan salah satu produk bak kedalam skripsi saya .Senantiasa bak mendapat hal-2 yang menarik untuk dimuat di blog ini (membuat pestisida alami yang terbaru).oya bak kapan ya bak mengadakan pameran seperti di Surabaya untuk diadakan di jakarta ?.

    Reply
  • 27. n  |  June 8, 2010 at 3:34 am

    Assalaamu’alaikum.. Mbak sy mau tanya, apa fungsi dari sabun colek atau detergen yang ditambahkan pada pestisida alami yang ada di blognya mbak? Bukankah detergen dan sabun colek mrpkan bahan kimia? Apa tidak berpengaruh terhadap struktur tanah dan tanaman?

    Reply
  • 28. luki2blog  |  June 8, 2010 at 3:57 am

    memang benar … bila berlebihan dalam dosis dan pemakaian akan berpengaruh pada tanah maupun tanaman ….jadi bahan kimia yang ada di sabun diberikan secukupnya saja.

    prinsip dari organik adalah tidak mematikan tetapi hanya menghalau saja …jadi bila diberikan sedikit bahan kimia asal komposisinya pas tidak ada masalah.

    Reply
  • 29. ri  |  June 15, 2010 at 6:00 pm

    Trimaksih infonya mbak. Saya ingin bertanya apa fungsi dari penambahan detergen & minyak tanah dalam pestisida alami yang ada di blognya mbak? Trimaksih

    Reply
  • 30. luki2blog  |  June 16, 2010 at 6:55 am

    Bila ingin jelasnya silakan hubungi majalah Sinar Tani nomer 3281 sesuai apa yang saya tulis sumber dari mana .

    Kalau menurut logika saja dengan penggunaaan deterjen dan minyak tanah lebih untuk mematikan musuh alami karena adanya zat kimia … sedangkan bila hanya mengandalkan zat2 alami hanya bersifat menghalau. asal pemakaian zat kimianya sesuai tidak berlebihan. saya rasa aman saja untuk manusia.
    Itu saja yang dapat saya sampaikan.

    Salam
    Dewi Lukitaningsih

    Reply
  • 31. melati226  |  June 28, 2010 at 9:58 pm

    Terima kasih informasi pestisida nabati nya yang cukup oke
    Saya pengin coba di kebun untuk cabe-tomat-terong
    Namun ada beberapa yang tidak ada, seperti gadung, jeringau, pacar cina dan mimba
    Barang kali bisa dapat info lanjut, dimana cara mendapatkan bahan2 tersebut?
    Atau terima kasih sekali kalo kami bisa dikirim bibit nya
    Terima kasih
    Salam
    Bambang Soreang
    Desa Pananjung Soreang
    email bambangsoreang@yahoo.co.id
    HP 0813 7720 3455

    Reply
  • 32. luki2blog  |  July 1, 2010 at 8:13 am

    Terima kasih pak bambang sudah mampir di web blog saya

    Untuk masalah bibit tersebut coba bapak bisa hub dinas pertanian setempat (PPL nya) siapa tahu bisa membantu.

    Salam
    Dewi luktaningsih

    Reply
  • 33. satria hijar Hidarman  |  July 10, 2010 at 5:01 am

    blognya ibu sangat bagus dan bermanfaat. sy berharap terus dilakukan penyempurnaan terhadap artikel-artikelnya ibu. sedikit saya menanyakan mengenai pestisida yang kita buat tadi berarti langsung disemprotkan tanpa diencerkan dulu dengan air atau bagaimana ???

    salam kenal !!!

    Reply
  • 34. luki2blog  |  July 12, 2010 at 4:31 am

    terima kasih pak satria atas kunjungan ke web blog saya
    saya berharap juga ada masukan2 dari bapak untuk dapat di share di web blog ini.

    Untuk pestisida memang sebaiknya di cairkan dahulu …30cc/1ltr air atau secukupnya ….tetapi bila serangannya kuat bisa saja pestisida tidak perlu di cairkan lagi. Terima kasih

    Salam
    Dewi Luktaningsih

    Reply
  • 35. Sugeng Widiyanto  |  July 19, 2010 at 2:35 pm

    Malem pak.
    Maaf pak,saya mau tanya bagaimana cara mengendalikan hama bekicot? Soalnya di kebun saya banyak banget bekicot. Terima kasih pak. Mohon di bales.

    Reply
  • 36. luki2blog  |  July 20, 2010 at 6:23 am

    Terima kasih pak sugeng sudah mampir di web blog saya …sedikit ralat saya bukan bapak melainkan ibu Dewi lukitaningsih.

    Untuk mengendalikan hama bekicot bisa menggunakan tanaman mimba khususnya bijinya karena dapat untuk memutus daur pengembang biak keong tersebut

    Caranya:
    – Biji mimba ditumbuk
    – Masuk dalam kantong kain lalu di masukkan dlm ember berisi air diamkan 1 malam
    -gunakan 500gr biji mimba untuk tiap 10 liter air
    – Kemudian siap di gunakan dengan cara disemprotkan.
    Selamat mencoba. terima kasih

    Salam
    Dewi Lukitaningsih

    Reply
  • 37. hidarman  |  August 25, 2010 at 8:52 pm

    kami sangat berterima kasih atas artikel yang sangat bagus ini, semoga bisa memberikan sumbangan yang besar atas kemajuan pertanian indonesia dan indonesia bisa menjadi raksasa organik di dunia

    Reply
  • 38. luki2blog  |  August 26, 2010 at 2:57 am

    Terima kasih pak hidarman, sudah mampir di weblog saya,
    Alhamdulillah …..
    memang itu harapan saya pak …blog ini dapat bermanfaat dan bisa saling tukar pikiran dan pengalaman demi kemajuan pertanian di Indonesia.
    Bila ada tulisan2 yang dapat di share kan silakan dapat di tuangkan dalam blog ini.
    Terima Kasih …Salam Organik

    Wass ww
    Dewi lukitaningsih

    Reply
  • 39. UUSMNC  |  April 22, 2011 at 9:24 am

    MATURNUWUN,,,

    Reply
  • 40. sugiyono  |  May 27, 2011 at 11:22 pm

    pagi mba.. saya sugiyono dari indramayu di tempat saya banyak petani cabe terserang penyakit pathek ( antraknosa ) bagaimana cara untuk mengendalikannya tetapi dengan fungisida alami. terimakasih atas jawabanya.

    Reply
  • 41. sugiyono  |  May 27, 2011 at 11:30 pm

    adalagi mba.. bagaimana cara mengendalikan jamur fusarium pada tanaman bawang merah tetapi yang saya inginkan menggunakan fungisida alami, jujur saja saya penerus gerakan go organik 2010 dan saya menginginkan tanaman bebas dari residu kimia.
    terimakasih atas jawabanya ayo bu teruskan perjuangan kita dengan go organik dan kita yakin kita pasti bisa.
    salam sukses dahsyat luar biasa.

    Reply
  • 42. luki2blog  |  May 30, 2011 at 2:19 am

    Salam kenal mas sugiyono
    Terima kasih sudah bergabung dengan kami di web blog saya ini.
    Alhamdulillah sebagai penggerak “Gerakan Go Organik” tentu sangat diharapkan untuk dapat berbagi pengalaman dengan masalah 2 yang berbau organik ..khususnya pengalaman di lapangan. Kami terbuka untuk saling berbagi di web blog ini ..agar dapat bermanfaat bagi semua ..khususnya para petani.
    Tentang pertanyaan yang di atas untuk masalah jamur fusarium…coba bisa dilakukan dengan pemberian tanaman mimba. Silakan dibaca kembali artikel diatas. selamat mencoba

    Salam
    Dewi Lukitaningsih

    Reply
  • […] Dewi. 2009. MACAM – MACAM PESTISIDA NABATI/ALAMI DAN CARA PEMBUATANNYA. : […]

    Reply
  • 44. joni andrean  |  September 30, 2011 at 9:04 am

    ini sangat bermanfaat bgi pertanian dan semua orang…..
    terimakasih atas informasi
    terus tambah informsi yg brguna
    wass..

    Reply
  • 45. luki2blog  |  October 3, 2011 at 5:38 am

    Alhamdulillah ..bila bermanfaat …silakan bagi yang mau sharing di web blog ini …kami sangat mengharapkan ..agar dapat lebih bermanfaat dan berdaya guna . Terima kasih

    Salam
    Dewi Lukitaningsih

    Reply
  • 46. Selfi Yarni  |  October 4, 2011 at 2:19 pm

    ass….
    maaf boleh saya bertanya” Manfaat dan Fungi deterjen dalam pembuatan pestisida nabati itu untuk apa ya..?

    Reply
  • 47. Selfi Yarni  |  October 4, 2011 at 2:21 pm

    ass….
    maaf boleh saya bertanya” Manfaat dan Fungsi deterjen dalam pembuatan pestisida nabati itu untuk apa ya..?

    trims….

    Reply
  • 48. rabiatul adawiyah  |  October 18, 2011 at 3:07 pm

    ass,
    mbak kalo cara pembuatan pestisida daun cocor bebek gmna???
    tolong penjelasannya.
    k”adawiyah_rabiatul29@yahoo.com
    trimakasih

    Reply
  • 49. dinda  |  December 23, 2011 at 4:50 pm

    thanks tuk info’a

    Reply
  • 50. Dudy  |  December 26, 2011 at 10:25 am

    Assalamualaikum Wr. Mohon petunjuknya, apakah bisa Pupuk Organik Cair di oplos dengan pupuk daun kimia seperti KNO ato Multi KP untuk penyemprotan sayur seperti cabe ato tomat. Trimakasih

    Reply
  • 51. luki2blog  |  December 27, 2011 at 4:03 am

    @Dinda : sama2 semoga bermanfaat.

    @ Dudy : Waalaikumussalam ..POC bisa dicampur dengan pupuk daun kimia …dianjurkan sesuai dengan dosis masing2.
    Kalau menggunakan POC BSA (Bio Super Active) tidak perlu lagi menggunakan pupuk daun kimia …karena dalam BSA sudah terkandung unsur2 makro NPK …jadi kalau digunakan juga jadi mubasir …
    Terima kasih.

    Reply
  • 52. Budi di LPHP Sambas ,Kal - Bar  |  March 7, 2012 at 10:41 pm

    slmt pgi mbak, langsung k permasalahnny, kemarin saya bca 2 artikel yg berbeda mengenai dosis pestisida alami, yaitu :
    1 liter air 60 cc pestisida alami dan1 liter air 30 cc , artikel mana yg benar,? dan apakah ramuan Pestisida nabati ini pernah di teliti dan di uji dilapangan oleh LITBANG DiNAS PERTANIAN? mohon dijelaskan agar sy bs menyampaikan k Petani, sekian terima kasih,

    Reply
    • 53. luki2blog  |  March 14, 2012 at 4:44 am

      pada prinsipnya pestisida nabati/alami itu bukan membunuh langsung spt kimia tetapi menghalau musuh alami ..jd bila memang serangannya sdh banyak ,,,semakin pekat tak masalah …untuk uji Litbang Dinas Pertanian …cb bisa di hubungi nara sumber majalah Sinar Tani .

      Reply
  • 54. Najmudin  |  March 20, 2012 at 7:39 am

    Selamat siang Mba Dewi, saya mau numpang tanya…. Apakah ada nama lain Daun/ Pohon Mimba kalau di Daerah Sunda…. Bogor. Trims ya.

    Reply
    • 55. luki2blog  |  March 20, 2012 at 7:46 am

      Siang juga pak Najmudin …mudah2an benar ya … untuk pasundan tanaman Mimba biasa disebut Nimba
      Salam.

      Reply
  • 56. Ketut Sartaadnyana  |  April 9, 2012 at 1:53 am

    salam teman2..
    saya masih ragu dlm. pembt. Pest nabati. da literatur pembt..memakai alkhol 70/90 %…. tujuan memperlancar keluarnya unsur yang da dlm. bahan tsbt.. betul gak..hal. tsb. .

    Reply
    • 57. luki2blog  |  April 11, 2012 at 4:41 am

      Silakan teman2 yang akan sharing disini untuk penyempurnaan pembuatan insektisida maupun pestisida nabati …semoga bisa bermanfaat untuk banyak pengguna ….Terima kasih

      Reply
  • 58. jacob  |  April 10, 2012 at 2:43 pm

    menurut saya yg berperan aktif adalah dtergen…

    Reply
  • 59. kristantotan24498  |  April 11, 2012 at 2:33 pm

    selamatmalam ..
    saya mau bertanya
    Apakah bisa lidah buaya untuk menyuburkan tanaman ?
    Apakah bisa lidah buaya untuk dijadikan pestisida ?

    Reply
  • 60. marliyah  |  May 14, 2012 at 1:06 pm

    Permisi, boleh nanya gak? kalo Untuk membasmi hama yg mudah seperti dari kunyit, bawang putih dan lain2 selain itu apa ya?
    Yg mudah didapat!

    Reply
  • 61. luki2blog  |  May 16, 2012 at 4:14 am

    sirih, sereh , gadung , mimba , dll ..semua tergantung potensi daerah masing2 yg biasa mereka tanam dan pakai.

    Reply
  • 62. Iwan  |  October 6, 2012 at 2:43 am

    Trima kasìh atas semua artikelnya tentang pestisida organik. Sngat membantu sy dlm bertani organik. Smoga Yg Kuasa memberi riziki yg bnyg kepada kita semua. “amin”

    Reply
    • 63. luki2blog  |  October 8, 2012 at 4:34 am

      Aamiin Ya Rabbalalamin, Alhamdulillah semoga ini semua bisa membawa keberkahan dan bermanfaat bagi orang banyak .

      Reply
  • […] Lokitaningsih, 2012. Macam-macam pestisida nabati dan cara pembuatannya. http://luki2blog.wordpress.com/2009/01/06/macam-macam-pestisida-nabatialami-dan-cara-pembuatannya/. Diakses tgl 29 November […]

    Reply
  • 66. Andreas  |  February 5, 2013 at 7:22 am

    Ada yg mengganjal, kenapa pake detergen kalau memang organik sedangkan detergen adalah salah satu hasil olahan bahan kimia bukan lagi alami (organik)

    Reply
    • 67. luki2blog  |  February 7, 2013 at 4:48 am

      coba bisa dihubungi nara sumbernya .. Majalah Sinar Tani .
      Tks.

      Reply
  • 68. mulyono  |  May 14, 2013 at 8:04 pm

    kabar baik mbak

    Reply
  • 69. mulyono  |  May 14, 2013 at 8:56 pm

    barangkali boleh melengkapi, jawaban fungsi kenapa detergen diberikan adalah untuk melarutkan bahan bahan cairan dengan minyak tanah yang diberikan

    Reply
    • 70. luki2blog  |  May 16, 2013 at 6:31 am

      alhamdulillah pak …benar sbg bahan perekat

      Reply
  • 71. Reza san  |  November 14, 2013 at 8:43 am

    selamat sore mas/ mba. saya telah membaca blog saudara/i cukup menarik isinya. yg saya ingin tanyakan ialah apakah penggunaan detergent pada embel pestisida alami ini mengandung kimia nya? mengapa harus detergent? berati ini tidak alami/ organik ya? terimakasih

    Reply
    • 72. luki2blog  |  November 18, 2013 at 3:34 am

      Terima kasih telah mampir di blog saya , bisa demikian tetapi karena mempunyai fungsi perekat maka bisa digunakan bhn sabun yg kualitas rendah disini akan menggunakan bahan yg kualitas rendah ..bila menggunakannya secara bijaksana saya rasa akan aman2 saja.

      Reply
  • 73. denso  |  January 15, 2014 at 2:09 am

    slamat pagi mbak, trimakasih informasi pestisida nabati nya, saya akan coba praktekan.

    Reply
    • 74. luki2blog  |  January 20, 2014 at 3:39 am

      sama2 semoga bermanfaat

      Reply
  • 75. surya  |  January 20, 2014 at 12:59 am

    Pagi mbak, untuk penghalau hama,kalau kita campur zat zpt (zat pengatur tumbuh) hasilnya gimana,makasih mbak

    Reply
    • 76. luki2blog  |  January 20, 2014 at 3:46 am

      bisa saja digabung selama itu organik zat penghalau hamanya….Insya Allah saling mendukung

      Reply
  • 77. Dina  |  January 24, 2014 at 1:07 pm

    wah, bagus bgt blognya :) saya mau praktik cara membuatnya namun, ada yang ingin saya tanyakan Bu,..
    itu deterjennya bubuk yah.. kalau pakai sabun colek bisa ndak ya? terimakasih sebelumnya..

    Reply
    • 78. luki2blog  |  January 27, 2014 at 3:10 am

      terima kasih sudah mampir di blog saya …untuk sabunnya pakai saja sabun colek.

      Reply
  • 79. mohammad  |  March 12, 2014 at 1:42 am

    bagaimana cara membuat pestisa nabati dari tanaman yang menghasilkan minyak atsiri yang mampu membunuh, menghambat dan mengusir hama PENGGEREK BUAH KAKAO ? tolong infonya :)

    Reply
    • 80. luki2blog  |  March 13, 2014 at 3:02 am

      Terima kasih pak Mohammad sudah mampir di blog saya …unt pertanyaan Bapak coba bisa ke komunitas ” ngobrol Seputar Organik” di FB disana banyak pakar dibidangnya .

      Reply
  • 81. chiliqueen  |  March 20, 2014 at 4:33 am

    ass…….
    info yang sangat menarik dan bermanfaat terutama bagi saya pribadi….terimakasih mba,
    oya saya mu bertanya, kan tanaman dacus depan rumah sering terserang trips dan akan tanaman anthurium juga terserang jamur, nah saya mencoba membuat pestisida daun cengkeh dan tembakau, karena saya membuatnya tidak sekali habis jadi ramuan tersebut seperti menimbulkan bau tidak enak, nah adakah bahan yang bisa membuat ramuan tersebut jadi tahan lama disimpan….
    terimakasih…..

    Reply
    • 82. luki2blog  |  March 21, 2014 at 4:35 am

      Untuk mengusir bau dalam ramuan yang dibuat bisa tambahkan aktivator untuk menetralisir bau ..dapat menggunakan decmposer .

      Reply
  • 83. age qinoy  |  May 13, 2014 at 12:54 pm

    trimakasih bu sangat membantu skali

    Reply
    • 84. luki2blog  |  May 14, 2014 at 4:20 am

      alhamdulillah sama -sama pak

      Reply
  • 85. Tut Sonji Ithu Ramora  |  May 24, 2014 at 4:10 am

    mbak mau tanya,,,, knapa mesti pake minyak atau detergen? kalo bahan tersebut tdk digunakan bgaimana apakah masih efektif ya? mohon infonya mbak,,,,

    Reply
    • 86. luki2blog  |  May 26, 2014 at 3:03 am

      fungsi detergen dipakai sebagai perekat
      bila tidak digunakan kemungkinan tidak dapat bertahan lama

      Reply
  • 87. Jetri Garsia (@JetriG)  |  May 27, 2014 at 9:26 am

    apakah bahan pe5ti5ida nabati yg dicampur minyak tanah tru5 di5emprotkan ke tanaman, tidak mati bu?

    Reply
    • 88. luki2blog  |  June 2, 2014 at 4:19 am

      Minyak tanah dipakai sebagai perekat seperti penggunaan detergen…tentu saja dosis nya tidak terlalu besar

      Reply
  • 89. Yuda  |  October 15, 2014 at 1:55 am

    Asslamu’alaikum
    mau tanya mbak
    tanaman terong yang terserang kutu kebul stadium menengah bisa dikendalikan dengan pestisida alami apa…….???

    Terima kasih

    Reply
    • 90. luki2blog  |  October 16, 2014 at 5:12 am

      Bisa digunakan sereh gadung kunyit dan sedikit sabun colek unt perekat

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Recent Comments

luki2blog on PUPUK ORGANIK CAIR ” BIO…
HAMBALI on PUPUK ORGANIK CAIR ” BIO…
luki2blog on PUPUK ORGANIK…
arif on PUPUK ORGANIK…
luki2blog on BAHAN BAKU KOMPOS…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: